Parameter Kualitas Batubara: Kalori, Total Moisture, Abu, dan Sulfur

Arti parameter kualitas batubara (TM, IM, ash, VM, FC, TS, CV, HGI) dan basis analisa AR, ADB, DB, DAF, serta pengaruhnya pada harga jual.

Redaksi TambangPedia··3 menit baca

Dua tumpukan batubara bisa terlihat sama hitamnya, tapi harganya bisa berbeda jauh. Yang membedakan adalah kualitas, dan kualitas ditentukan oleh angka-angka di sertifikat analisa laboratorium. Bagi orang produksi, memahami angka ini penting karena cara menambang ikut menentukan kualitas yang sampai ke pembeli.

Parameter utama

Parameter Singkatan Arti
Total moisture TM Seluruh air dalam batubara, termasuk air permukaan
Inherent moisture IM Air yang terikat di dalam struktur batubara
Ash content Ash Sisa mineral yang tidak terbakar
Volatile matter VM Zat yang menguap saat dipanaskan tanpa udara
Fixed carbon FC Karbon padat yang tersisa, dihitung dari selisih
Total sulfur TS Kandungan belerang total
Calorific value CV Nilai panas, biasanya dalam kkal/kg
Hardgrove Grindability Index HGI Kemudahan batubara digerus

Analisa yang memuat moisture, ash, VM, dan FC disebut analisa proksimat. Totalnya selalu 100% pada basis yang sama.

Basis analisa: kenapa satu batubara punya beberapa angka kalori

Ini sumber kebingungan paling umum. Nilai kalori dan parameter lain bisa dilaporkan dalam beberapa basis:

Basis Kepanjangan Kondisi
AR As received Seperti diterima, dengan seluruh total moisture
ADB Air dried basis Setelah dikeringkan udara, hanya tersisa inherent moisture
DB Dry basis Tanpa air sama sekali
DAF Dry ash free Tanpa air dan tanpa abu

Di perdagangan, istilah yang sering dipakai adalah GAR (gross as received) dan NAR (net as received). GAR adalah nilai kalori kotor pada basis as received. NAR lebih rendah karena memperhitungkan panas yang terpakai untuk menguapkan air.

Karena air tidak menghasilkan panas, batubara yang sama akan punya angka kalori AR paling rendah, lalu ADB, lalu DB, dan paling tinggi DAF. Jadi saat membandingkan kualitas, pastikan basisnya sama.

Pengaruh setiap parameter pada nilai jual

  • Total moisture tinggi menurunkan kalori AR dan menambah berat yang harus diangkut tanpa menambah energi.
  • Ash tinggi menurunkan kalori dan menambah limbah abu di pembangkit.
  • Sulfur tinggi sering dikenakan penalti karena berhubungan dengan emisi.
  • Kalori adalah penentu harga utama. Harga batubara acuan biasanya disesuaikan dengan kalori dan parameter lainnya.

Peran tim tambang menjaga kualitas

Kualitas sebagian besar sudah ditentukan alam, tapi cara menambang bisa merusaknya:

  1. Dilusi. Tanah atau batuan dari atap dan lantai seam ikut tergali. Ash naik, kalori turun.
  2. Parting tidak dipisahkan. Lapisan lempung di tengah seam ikut masuk ke batubara.
  3. Coal cleaning kurang bersih. Sisa tanah di permukaan seam terbawa ke stockpile.
  4. Air hujan. Batubara yang tergenang atau stockpile tanpa drainase menaikkan total moisture.

Langkah sederhana seperti membersihkan permukaan seam dengan baik, menggali dengan bucket yang lebih kecil di batas atap dan lantai, serta merawat drainase stockpile memberikan dampak langsung ke kualitas.

Sampling dan blending

Kualitas dikendalikan lewat pengambilan sampel di beberapa titik: dari inti bor saat eksplorasi, dari muka seam sebelum digali, di ROM stockpile, sampai saat pemuatan ke tongkang. Data ini dipakai untuk mencampur (blending) batubara dari beberapa seam supaya hasilnya sesuai spesifikasi kontrak penjualan.

Asal-usul perbedaan kualitas antar seam dijelaskan di artikel proses terbentuknya batubara.

#kualitas batubara#kalori#GAR#total moisture#analisa batubara