Stripping Ratio: Pengertian, Rumus, dan Cara Menghitungnya

Panduan stripping ratio (SR) tambang batubara: rumus SR, break even stripping ratio (BESR), contoh hitungan, dan faktor yang memengaruhinya.

Redaksi TambangPedia··2 menit baca

Stripping ratio (SR) adalah perbandingan antara jumlah tanah penutup (overburden, OB) yang harus dibongkar dengan jumlah batubara atau bijih yang didapat. Angka ini menentukan apakah sebuah tambang terbuka layak secara ekonomi.

Semakin besar SR, semakin banyak tanah yang harus dipindahkan untuk mendapat satu ton batubara, dan semakin mahal biaya penambangannya.

Rumus stripping ratio

Di tambang batubara Indonesia, SR umumnya dinyatakan dalam bcm per ton:

SR = Volume overburden (bcm) / Tonase batubara (ton)
  • bcm (bank cubic meter): volume tanah dalam kondisi asli sebelum digali.
  • ton: berat batubara yang tertambang.

Contoh: SR 6 berarti untuk setiap 1 ton batubara, perlu membongkar 6 bcm overburden.

Di tambang mineral, SR kadang dinyatakan dalam ton/ton (berat waste dibagi berat bijih). Pastikan satuan selalu ditulis agar tidak salah tafsir.

Contoh hitungan

Sebuah pit memiliki rencana bulanan:

Item Nilai
Overburden dibongkar 1.200.000 bcm
Batubara tertambang 200.000 ton
SR = 1.200.000 / 200.000 = 6,0 bcm/ton

Jika realisasi bulan itu OB 1.150.000 bcm dan batubara 175.000 ton, SR aktualnya 6,57. Artinya batubara yang terbuka lebih sedikit dari rencana. Penyebabnya bisa seam lebih tipis dari model geologi, coal loss saat penggalian, atau urutan penambangan yang bergeser.

Break even stripping ratio (BESR)

BESR adalah SR tertinggi yang masih memberi keuntungan nol, atau titik impas. Rumus sederhananya:

BESR = (Harga jual batubara − Biaya penambangan batubara per ton) / Biaya pengupasan OB per bcm

Biaya penambangan batubara per ton di sini mencakup penggalian batubara, pengangkutan, pengolahan, royalti, dan biaya lain selain pengupasan OB.

Contoh:

Komponen Nilai
Harga jual USD 60/ton
Biaya batubara (selain OB) USD 24/ton
Biaya pengupasan OB USD 3/bcm
BESR = (60 − 24) / 3 = 12 bcm/ton

Selama SR di bawah 12, tambang masih untung. Dalam praktik, perusahaan memakai batas yang lebih rendah dari BESR untuk menyisakan margin keuntungan dan risiko harga.

Faktor yang memengaruhi stripping ratio

  1. Kemiringan dan kedalaman lapisan batubara. Makin dalam seam, makin banyak OB di atasnya.
  2. Ketebalan seam. Seam tebal menghasilkan tonase besar untuk volume OB yang sama.
  3. Sudut lereng (slope) pit. Lereng yang lebih curam mengurangi OB, tetapi harus aman secara geoteknik.
  4. Desain pit dan urutan penambangan. Batas pit menentukan berapa OB yang ikut terbongkar.
  5. Harga komoditas. Harga naik membuat BESR naik, sehingga area dengan SR lebih tinggi menjadi layak ditambang.

SR dan kontrak jasa pertambangan

Di kontrak antara pemilik tambang dan kontraktor, pembayaran biasanya dipisah: tarif per bcm OB dan tarif per ton batubara. Karena itu SR aktual yang meleset dari rencana langsung memengaruhi pendapatan kontraktor dan biaya pemilik tambang. Rekonsiliasi volume OB dengan survei bulanan menjadi sangat penting.

Hitung sendiri

Gunakan Kalkulator Stripping Ratio & BESR untuk menghitung SR dan titik impas tambang Anda dalam hitungan detik.

#stripping ratio#BESR#batubara#perencanaan tambang