APD Wajib di Tambang dan Cara Memakainya dengan Benar
Daftar alat pelindung diri (APD) di area tambang: helm, sepatu keselamatan, rompi reflektif, kacamata, pelindung telinga, masker, sarung tangan, dan APD khusus.
Alat pelindung diri (APD) adalah lapisan perlindungan terakhir. Ia tidak mencegah bahaya terjadi, tapi mengurangi akibatnya ketika bahaya mengenai kita. Karena itu APD tidak boleh menjadi satu-satunya pengendalian, namun juga tidak boleh diabaikan.
APD dasar di area tambang
Hampir semua tambang mewajibkan perlengkapan berikut sejak masuk area operasi:
| APD | Fungsi | Hal yang perlu diperhatikan |
|---|---|---|
| Helm keselamatan | Melindungi kepala dari benda jatuh dan benturan | Pasang tali dagu, ganti jika retak atau sudah melewati masa pakai |
| Sepatu keselamatan | Melindungi kaki dari tertimpa, tertusuk, dan terpeleset | Ujung pelindung baja atau komposit, sol anti slip |
| Rompi atau baju reflektif | Agar terlihat oleh operator alat berat, siang dan malam | Pita reflektif harus bersih dan tidak tertutup |
| Kacamata keselamatan | Melindungi mata dari debu dan serpihan | Pilih lensa gelap untuk siang, bening untuk malam |
Pakaian kerja lengan panjang juga umum diwajibkan untuk melindungi kulit dari panas, goresan, dan sengatan matahari.
APD sesuai pekerjaan dan area
Pelindung pendengaran
Ear plug atau ear muff wajib di area bising seperti workshop, crusher, area pengeboran, dan di dekat genset. Kerusakan pendengaran akibat bising terjadi perlahan dan bersifat permanen.
Masker atau respirator
Diperlukan di area berdebu, misalnya crusher, stockpile, atau jalan kering saat musim kemarau. Masker kain biasa tidak cukup untuk debu halus. Gunakan respirator yang sesuai jenis paparan dan pastikan pas di wajah.
Sarung tangan
Jenisnya harus sesuai pekerjaan: sarung tangan kulit untuk pekerjaan mekanik berat, sarung tangan tahan bahan kimia untuk menangani oli dan cairan, sarung tangan khusus listrik untuk pekerjaan kelistrikan. Jangan memakai sarung tangan saat bekerja di dekat bagian berputar yang bisa menariknya.
Full body harness
Wajib untuk bekerja di ketinggian, misalnya saat perawatan di atas truk besar atau di struktur crusher. Harness hanya berguna jika dikaitkan ke titik tambat yang kuat.
Pelampung (life jacket)
Wajib saat bekerja di dekat atau di atas air, seperti di ponton pompa sump atau di pelabuhan batubara.
APD untuk pengelasan
Kedok las, apron, dan sarung tangan las untuk melindungi dari percikan dan radiasi sinar las.
Kesalahan yang sering terlihat di lapangan
- Helm dipakai tanpa tali dagu, lalu jatuh saat menunduk atau tertiup angin.
- Ear plug digantung di leher, tidak dipakai saat berada di area bising.
- Rompi reflektif kotor penuh lumpur, sehingga tidak lagi memantulkan cahaya lampu di malam hari.
- Kacamata diletakkan di atas helm, bukan di mata.
- APD rusak tetap dipakai karena malas meminta ganti.
Merawat APD
- Periksa APD setiap sebelum dipakai.
- Bersihkan secara rutin, terutama rompi reflektif dan kacamata.
- Simpan di tempat yang kering dan tidak terkena panas langsung.
- Ganti segera jika rusak. Di sebagian besar perusahaan, penggantian APD tidak dibebankan ke pekerja.
Ingat urutannya
APD berada di urutan paling akhir dalam hirarki pengendalian risiko. Sebelum mengandalkan APD, bahaya sebaiknya dihilangkan, diganti, atau dikendalikan secara teknis dan administratif terlebih dahulu. Penjelasannya ada di artikel IBPR dan hirarki pengendalian risiko.