P2H: Pemeriksaan Alat dan Kendaraan Sebelum Dipakai

Apa itu P2H (pemeriksaan dan perawatan harian), item yang wajib dicek pada alat berat dan kendaraan tambang, serta cara mengisi P2H yang benar.

Redaksi TambangPedia··2 menit baca

Sebelum truk pertama bergerak di awal shift, setiap operator punya pekerjaan wajib yang sama: memeriksa unitnya. Di banyak tambang Indonesia kegiatan ini disebut P2H, singkatan dari Pelaksanaan Pemeriksaan Harian atau pemeriksaan dan perawatan harian. Istilah internasionalnya pre-start check.

P2H sering dianggap formalitas, sekadar mencentang kertas. Padahal ini adalah kesempatan terbaik menemukan masalah sebelum masalah itu menjadi kecelakaan atau kerusakan besar.

Tujuan P2H

  • Memastikan unit layak dan aman dioperasikan.
  • Menemukan kerusakan kecil sebelum menjadi kerusakan besar.
  • Memberi data untuk tim maintenance tentang kondisi unit.
  • Menjadi bukti bahwa unit sudah diperiksa sebelum diserahkan ke operator.

Item yang umum diperiksa

Daftar pastinya berbeda untuk setiap jenis alat dan perusahaan, tapi secara umum meliputi:

Keliling unit (walk around)

  • Kebocoran oli, solar, air radiator, dan oli hidrolik di bawah unit
  • Kondisi ban: tekanan, sobek, benjolan, mur roda
  • Kondisi undercarriage untuk alat track
  • Kaca, spion, dan lampu tidak pecah
  • Tidak ada benda atau orang di sekitar dan di bawah unit

Level cairan

  • Oli mesin, air radiator, oli hidrolik, bahan bakar

Fungsi keselamatan

  • Rem servis dan rem parkir
  • Klakson dan alarm mundur
  • Lampu utama, lampu rem, lampu rotari
  • Sabuk pengaman
  • Alat pemadam api ringan (APAR): ada, tekanan normal, segel utuh
  • Radio komunikasi

Kabin

  • Kebersihan kaca dan wiper
  • Instrumen dan lampu peringatan di panel
  • Tangga dan pegangan dalam kondisi baik

Cara mengisi P2H yang benar

  1. Periksa unit secara langsung, jangan mengisi formulir dari kabin atau dari ingatan.
  2. Isi sesuai kondisi sebenarnya. Temuan kecil tetap ditulis, misalnya “rembes oli di silinder bucket kiri”.
  3. Klasifikasikan temuan. Banyak perusahaan membedakan temuan yang membuat unit tidak boleh beroperasi (misalnya rem tidak berfungsi) dan temuan yang boleh beroperasi sambil dijadwalkan perbaikan.
  4. Laporkan ke pengawas dan mekanik. Temuan yang tidak dilaporkan tidak akan pernah diperbaiki.
  5. Jangan operasikan unit dengan temuan kritis. Pasang tanda atau label “jangan dioperasikan” sesuai prosedur.
  6. Tanda tangan dan serahkan. Formulir P2H menjadi catatan resmi.

Kesalahan yang sering terjadi

  • P2H diisi hanya dengan centang semua “baik” tanpa pemeriksaan sungguhan.
  • Temuan dicatat tapi tidak ada tindak lanjut, sehingga operator berikutnya berhenti menulis temuan karena merasa percuma.
  • Pemeriksaan dilakukan dengan mesin menyala dan unit belum diamankan, padahal pemeriksaan di sekitar dan di bawah unit harus dilakukan dalam kondisi aman.

Hubungan P2H dengan maintenance dan produksi

Temuan P2H yang ditindaklanjuti dengan baik masuk ke daftar backlog maintenance dan dijadwalkan perbaikannya. Inilah cara paling murah mencegah breakdown. Penjelasan tentang pengelolaan backlog ada di artikel perawatan alat berat.

Bagi pengawas, kualitas P2H bisa dicek dengan sederhana: bandingkan formulir P2H dengan kondisi unit yang sebenarnya saat inspeksi mendadak. Jika jauh berbeda, itu tanda P2H sudah menjadi formalitas dan perlu dibenahi lewat pembinaan, bukan sekadar teguran.

#P2H#inspeksi#pre-start check#K3#alat berat