Fungsi Bulldozer di Tambang: Dozing, Ripping, dan Pekerjaan Pendukung
Peran bulldozer di tambang terbuka: land clearing, dozing, ripping batuan keras, perapian disposal, dan tips menghitung produktivitas dozer.
Kalau excavator adalah jantung produksi, bulldozer adalah tangan yang mengurus semua hal di sekitarnya. Hampir tidak ada area tambang yang bisa berjalan baik tanpa dozer: front kerja, disposal, jalan, sump, sampai area reklamasi.
Bagian utama bulldozer
- Blade (sudu) di depan untuk mendorong material. Jenisnya antara lain straight blade, semi-U, dan U blade. U blade bisa membawa material lebih banyak untuk dorongan jarak jauh, straight blade lebih kuat untuk penetrasi material keras.
- Ripper di belakang, berupa satu atau beberapa kuku baja untuk membongkar batuan keras.
- Undercarriage berupa track (rantai) yang membuat tekanan ke tanah rendah dan daya dorong besar.
Pekerjaan bulldozer di tambang
1. Land clearing
Mendorong pohon, semak, dan tunggul sebelum lahan dibuka. Biasanya ini pekerjaan pertama di area baru.
2. Dozing material
Mendorong tanah dalam jarak pendek. Contohnya mengumpulkan material supaya mudah dimuat excavator, atau mendorong topsoil ke tempat penyimpanan. Untuk jarak jauh, dozer tidak efisien; lebih murah dimuat ke truk.
3. Ripping
Untuk batuan yang terlalu keras untuk digali langsung tapi belum perlu diledakkan, dozer membongkarnya dengan ripper. Ripping bisa menjadi alternatif peledakan yang lebih murah dan lebih aman di dekat permukiman, selama batuannya masih bisa di-rip. Kemampuan ripping biasanya diperkirakan dari kecepatan gelombang seismik batuan dan ukuran dozer.
4. Perapian disposal
Di disposal, truk membuang material di tepi timbunan, lalu dozer mendorongnya dan meratakan permukaan. Dozer juga menjaga tanggul pengaman di tepi disposal agar truk punya batas berhenti yang jelas saat mundur untuk membuang. Disposal yang tidak dirapikan membuat truk antre dan berbahaya.
5. Persiapan front kerja dan jalan
Membersihkan front dari material jatuhan, membuat jalan masuk ke front baru, dan membentuk ramp. Dozer juga sering membantu membuat paritan air dan sump.
6. Reklamasi
Membentuk ulang permukaan timbunan sesuai desain kemiringan, lalu menyebarkan topsoil sebelum penanaman.
7. Pekerjaan darurat
Menarik alat atau truk yang terjebak lumpur, membuka akses saat longsor kecil, dan membantu saat ada genangan.
Menghitung produktivitas dozing secara sederhana
Untuk perkiraan kasar, produktivitas dozer saat mendorong material bisa dihitung seperti ini:
Q (lcm/jam) = Kapasitas blade (lcm) × (60 / CT menit) × E × Faktor koreksi
CT = Waktu dorong + Waktu kembali + Waktu ganti gigi
Contoh: blade 8 lcm, jarak dorong 40 meter, kecepatan maju 3 km/jam dan mundur 6 km/jam, waktu ganti gigi 0,15 menit.
Waktu dorong = 40 m / 50 m per menit = 0,80 menit
Waktu kembali = 40 m / 100 m per menit = 0,40 menit
CT = 0,80 + 0,40 + 0,15 = 1,35 menit
Q = 8 × (60 / 1,35) × 0,8 = 284 lcm/jam (sebelum faktor koreksi)
Faktor koreksi dipakai untuk kondisi seperti kemiringan, jenis material, dan keahlian operator. Pabrikan alat biasanya menyediakan grafik produktivitas yang lebih akurat untuk setiap model dan jenis blade.
Satu hal yang terlihat dari hitungan ini: jarak dorong sangat menentukan. Dozer paling produktif untuk jarak dorong pendek, umumnya di bawah 100 meter.
Merawat dozer agar tetap produktif
Komponen paling mahal di bulldozer adalah undercarriage. Keausannya dipercepat oleh:
- berputar di tempat (pivot turn) terlalu sering,
- bekerja di material abrasif tanpa penyesuaian tegangan track,
- kecepatan mundur tinggi yang tidak perlu.
Inspeksi harian sebelum operasi atau P2H membantu mendeteksi masalah lebih awal. Baca juga P2H: inspeksi alat sebelum dipakai.