Jenis Alat Berat di Tambang Batubara dan Fungsinya
Daftar alat berat yang dipakai di tambang batubara terbuka: alat gali, alat angkut, alat dorong, alat bor, dan alat pendukung, beserta fungsi masing-masing.
Masuk ke area tambang pertama kali, kesan yang paling melekat biasanya ukuran alatnya. Ban truk yang lebih tinggi dari orang dewasa, bucket excavator yang muat satu mobil. Tapi di balik ukuran itu, setiap alat punya peran yang jelas dan saling bergantung. Satu alat terlambat, alat lain ikut menunggu.
Berikut pengelompokan alat berat di tambang batubara terbuka berdasarkan fungsinya.
1. Alat gali dan muat (loading)
Excavator adalah jantung produksi. Di tambang, ada dua konfigurasi:
- Backhoe: bucket menghadap ke operator, menggali ke arah bawah. Paling umum dipakai karena fleksibel dan bisa menggali di bawah level berdirinya.
- Front shovel: bucket menghadap ke depan, menggali ke arah atas. Efektif untuk muka galian tinggi dan material hasil peledakan.
Ukurannya disebut berdasarkan kelas berat operasi, misalnya kelas 20, 40, 70, 100, 200 ton, sampai ratusan ton. Excavator kecil biasanya dipakai untuk coal getting dan pekerjaan pendukung, sementara yang besar untuk pengupasan overburden.
Wheel loader juga dipakai untuk memuat, terutama di stockpile batubara dan area crusher.
2. Alat angkut (hauling)
Dump truck mengangkut material dari front ke disposal atau stockpile. Jenisnya beragam, dari truk on-highway yang dimodifikasi sampai off-highway truck raksasa. Pembahasan lengkapnya ada di artikel mengenal dump truck tambang.
Coal hauler atau truk trailer dipakai untuk angkutan batubara jarak jauh dari ROM ke pelabuhan.
3. Alat dorong dan gusur
Bulldozer mungkin alat paling serbaguna di tambang. Fungsinya mulai dari land clearing, ripping batuan keras, merapikan disposal, menyiapkan front kerja, sampai menarik alat yang terjebak. Penjelasan detailnya ada di artikel fungsi bulldozer di tambang.
4. Alat bor
Drill rig membuat lubang ledak untuk peledakan overburden yang keras. Ada juga alat bor eksplorasi yang dipakai tim geologi untuk mengambil sampel dan memetakan lapisan batubara, tapi biasanya dikelola terpisah dari operasi produksi.
5. Alat perawatan jalan
Jalan angkut yang buruk memperlambat semua truk. Karena itu ada satu kelompok alat yang tugasnya khusus menjaga jalan:
- Motor grader: meratakan permukaan jalan dan membentuk kemiringan melintang (cross slope) supaya air hujan cepat mengalir keluar.
- Compactor (vibro roller): memadatkan material jalan dan timbunan.
- Water truck: menyiram jalan untuk mengurangi debu di musim kering. Penyiraman harus terukur, karena terlalu basah justru membuat jalan licin.
6. Alat pendukung lainnya
- Fuel truck dan lube truck: mengisi bahan bakar dan pelumas langsung di lapangan supaya alat tidak perlu jauh-jauh ke workshop.
- Crane dan tyre handler: untuk perawatan dan penggantian ban alat besar.
- Lighting tower: penerangan untuk operasi malam.
- Pompa: mengeluarkan air dari sump agar pit tidak tergenang.
- Light vehicle: kendaraan pengawas, biasanya double cabin dengan bendera dan lampu rotari agar terlihat oleh operator alat besar.
Pasangan yang harus seimbang
Di lapangan, alat-alat ini bekerja sebagai satu sistem. Excavator besar tanpa truk yang cukup akan banyak menunggu. Truk yang banyak tanpa jalan yang baik akan lambat. Disposal tanpa dozer akan penuh dan truk antre untuk membuang. Mengatur keseimbangan ini adalah pekerjaan sehari-hari tim produksi, dan dasar hitungannya bisa dipelajari di artikel produktivitas excavator dan dump truck.