Cara Menghemat BBM Alat Berat Tambang dan Menghitung Fuel Ratio
Cara menghitung fuel ratio (liter per bcm) dan konsumsi BBM per jam alat berat tambang, serta langkah praktis menekan pemakaian solar.
Di banyak kontraktor tambang, solar adalah salah satu komponen biaya terbesar, bersaing dengan biaya alat dan gaji. Karena itu penghematan BBM beberapa persen saja bisa berarti miliaran rupiah per tahun. Langkah pertamanya adalah mengukur dengan benar.
Dua cara mengukur konsumsi BBM
1. Konsumsi per jam (liter/jam)
Konsumsi per jam = Liter BBM / Jam kerja alat
Angka ini berguna untuk membandingkan unit dengan model yang sama. Unit yang konsumsinya jauh di atas rata-rata unit sejenis patut dicurigai: ada masalah mesin, kebocoran, atau pencatatan yang salah.
2. Fuel ratio (liter per bcm atau liter per ton)
Fuel ratio = Total liter BBM fleet / Produksi (bcm)
Inilah ukuran yang paling penting untuk bisnis, karena langsung menunjukkan biaya BBM per satuan produksi. Fuel ratio dihitung untuk satu fleet utuh: excavator, semua truk, dan bisa ditambah alat pendukung di area tersebut.
Contoh perhitungan
Satu fleet dalam satu hari:
| Unit | Jam kerja | Liter BBM |
|---|---|---|
| Excavator | 18 | 1.170 |
| 6 dump truck | 6 × 18 | 6 × 380 = 2.280 |
| Total | 3.450 |
Produksi fleet hari itu 7.900 bcm.
Fuel ratio = 3.450 / 7.900 = 0,44 liter/bcm
Kalau harga solar industri Rp15.000 per liter, biaya BBM per bcm sekitar Rp6.550. Angka ini yang perlu dibandingkan dari hari ke hari dan antar fleet.
Faktor yang paling memengaruhi fuel ratio
- Jarak dan tanjakan jalan angkut. Truk bermuatan yang menanjak membakar solar jauh lebih banyak. Desain rute dan lokasi disposal adalah keputusan BBM terbesar.
- Kondisi jalan. Jalan bergelombang dan berlumpur menaikkan hambatan gulir, sehingga mesin bekerja lebih berat untuk kecepatan yang sama.
- Waktu idle. Mesin menyala saat menunggu antrean, istirahat, atau pergantian shift tetap membakar solar tanpa menghasilkan produksi.
- Keseimbangan fleet. Truk berlebih berarti banyak antrean dengan mesin menyala. Lihat cara menghitung jumlah truk ideal di kalkulator produktivitas.
- Cara operator mengemudi. Akselerasi kasar dan pengereman mendadak menambah konsumsi.
- Kondisi mesin. Filter udara kotor, injektor bermasalah, dan tekanan ban yang tidak sesuai menaikkan pemakaian.
Langkah praktis menekan konsumsi
- Kebijakan matikan mesin saat menunggu lebih dari beberapa menit, kecuali alasan teknis atau keselamatan.
- Perawatan jalan rutin dengan grader dan compactor, terutama di tanjakan.
- Rapatkan fleet supaya truk tidak antre panjang di loading point maupun di disposal.
- Pantau fuel ratio per fleet setiap hari dan bahas di rapat produksi. Yang diukur dan dibahas biasanya membaik.
- Pelatihan operator tentang teknik mengemudi hemat, dan beri apresiasi untuk operator dengan konsumsi terbaik.
- Kendalikan distribusi BBM. Catat setiap pengisian per unit dengan hour meter atau odometer. Selisih antara BBM keluar dari tangki dan BBM tercatat di unit perlu ditelusuri.
Hati-hati dengan data
Fuel ratio yang terlihat bagus bisa menipu kalau produksi dihitung dari ritase dengan asumsi bak penuh, sementara kenyataannya truk sering tidak penuh. Bandingkan juga dengan volume hasil survei bulanan. Konversi yang benar antara bcm dan lcm dibahas di artikel BCM, LCM, dan ton.